D

Perayaan Imlek Meriah Di Beberapa Kota Indonesia

Dieng memang jarang masyarakatnya berketurunan China, sehingga untuk perayaan imlek tidak sebesar atau semeriah di kota kota yang ada di Indonesia lainnya. Tetapi untuk liburan imlek besok ini, Diengcool.com akan memberikan beberapa informasi mengenai kota – kota besar di Indonesia yang merayakan imlek paling meriah. Mungkin ini disebabkan karena memang banyaknya warga keturunan china di kota tersebut.

Peraayaan imlek merupakan perayaan tahun baru bagi masyarakat yang berketurunan China yang konon asal mulanya karena zaman dahulu terdapat monster bernama “Nian” yang sering menakut nakuti warga dan merusak rumah – rumah warga. Suatu ketika datanglah seorang pengemsi yang lusuh akan tetapi tidak ada yang menghiraukannya kecuali sepasang suami istri yang sudah tua mengajaknya kerumah dan memberi makan. Suatu ketika hampir tiba masanya malam tahun baru, monster “Nian” akan muncul dan mengahancurkan kembali rumah – rumah warga. Sehingga warga pun lebih memilih untuk pergi meninggalkan desa kecuali pengemis dan kakek nenek tua tersebut untuk tetap tinngal.

Saat monster Nian datang mendapati rumah kakek nenek tersebut penuh dengan lampion berwarna merah, petasan, suara gong, dan munculah pengemis tersebut dengan menggunakan baju yang berwarna merah terang membuat monster “nian” tersebut ketakutan dan lari kehutan. Esok paginya warga kembali ke desa dengan rasa terheranan karena rumah mereka masih terlihat rapi dan tidak rusak atau hancur sama sekali. Sejak saat itulah sejak perayaan tahun baru Imlek pasti akan ada suara petasan, gong, tarian – tarian pengusir monster “nian” dan juga di dominasi warna merah.

Mungkin itu beberapa cerita sekilas tentang asal muasal dilaksanakannya perayaan tahun baru Imlek. Dan disini DiengCool.com akan memberikan informasi tentang beberapa kota di Indonesia merayakan imlek dengan meriah:

Semarang

Perayaan Imlek di Semarang sangat meriah karena kawasan Pecinan di ibu kota Jawa Tengah itu sangat hidup. Sedikitnya ada sepuluh kelenteng di Pecinan Semarang. Yang tertua bernama Tay Kak Sie, sedangkan yang terbesar namanya Wie Wie Kong.Selain itu, ada Pasar Imlek Semawis yang ikut memeriahkan perayaan Imlek selama sekitar seminggu. Yang menarik adalah pertunjukan permainan toya dan wushu khas biksu Shaolin.

semarang-imlek

Kamu bisa melihat langsung atraksi beladiri khas Tiongkok ini, enggak hanya nonton di film-film kungfu.Yang masih punya waktu luang, bisa mampir ke gedung Lawang Sewu. Gedung horor ini terkenal sebagai obyek wisata uji nyali karena banyaknya cerita misteri di sana, dari penampakan Noni Belanda sampai suara jeritan menyayat hati. Kalau lagi galau gara-gara habis diputusin, mending enggak usah, daripada hatinya tambah tersayat.

Solo

Setelah reformasi 1998, komunitas Tionghoa mulai berani keluar untuk merayakan tradisinya. Seperti merayakan Imlek dalam Grebeg Sudiro dan Festival Imlek. Grebeg Sudiro yang dilaksanakan warga Pecinan di Sudiroprajan mengadopsi perayaan grebeg gunungan Kasunanan Surakarta.Puncak Grebeg Sudiro adalah rebutan hasil bumi dan makanan, sama seperti Grebeg Suro yang diselenggarakan Kasunanan.

imlek_solo

Dalam tradisi Jawa, rebutan makanan ini mengandung makna “orang yang enggak berusaha enggak akan bisa hidup berkecukupan”.  Dalem banget buat orang yang maunya enak saja tanpa mau berusaha.Di Solo, kamu juga bisa sekalian menikmati kuliner dari timlo sampai nasi liwet. Ada satu makanan nonhalal yang layak kamu coba, yaitu sate babi buntel di kawasan Tambak Segaran. Satenya legit dan bikin nagih.

Singkawang

Singkawang sebagai salah satu pusat permukiman Tionghoa di Indonesia selalu ramai saat perayaan Imlek. Hingga Cap Go Meh tiba, kota ini bakal penuh pernak-pernik berwarna merah khas Imlek. Bahkan serangkaian acara Imlek di kota ini dikenal sebagai pesta perayaan Tahun Baru Cina terbesar di Asia Tenggara.Pesta Imlek di Singkawang enggak pakai minuman keras, jadi tenang saja, enggak ada gerebekan.

DSC0978-1

Kalau memilih berlibur di sini, kamu malah bisa menikmati parade kendaraan hias saat siang dan indahnya ratusan atau bahkan ribuan lampion di kala malam. Saat Cap Go Meh, sejumlah pertunjukan siap menyemarakkan liburan, misalnya tatung serta barongsai.Ritual tatung menarik banget karena kamu bisa melihat orang kesurupan dewa-dewi yang dipercaya penganut Konghucu. Bahkan warga asli Dayak juga ikut serta dalam pertunjukan itu lantaran ritual tersebut mirip dengan yang mereka punya.

Palembang

Singkawang sebagai salah satu pusat permukiman Tionghoa di Indonesia selalu ramai saat perayaan Imlek. Hingga Cap Go Meh tiba, kota ini bakal penuh pernak-pernik berwarna merah khas Imlek. Bahkan serangkaian acara Imlek di kota ini dikenal sebagai pesta perayaan Tahun Baru Cina terbesar di Asia Tenggara.Pesta Imlek di Singkawang enggak pakai minuman keras, jadi tenang saja, enggak ada gerebekan. Kalau memilih berlibur di sini, kamu malah bisa menikmati parade kendaraan hias saat siang dan indahnya ratusan atau bahkan ribuan lampion di kala malam.

Ribuan warga Tionghoa memadati Pulau Kemaro pada perayaan Cap Go Meh di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (20/2) malam. Setiap tahunnya puluhan ribu pengunjung baik warga Tionghoa maupun warga setempat mendatangi pulau tersebut untuk berdoa atau sekedar melihat perayaan Cap Go Meh. ANTARA FOTO/Yahanam Sulam/ama/16
Ribuan warga Tionghoa memadati Pulau Kemaro pada perayaan Cap Go Meh di Palembang, Sumatera Selatan. Setiap tahunnya puluhan ribu pengunjung baik warga Tionghoa maupun warga setempat mendatangi pulau tersebut untuk berdoa atau sekedar melihat perayaan Cap Go Meh.

Saat Cap Go Meh, sejumlah pertunjukan siap menyemarakkan liburan, misalnya tatung serta barongsai.Ritual tatung menarik banget karena kamu bisa melihat orang kesurupan dewa-dewi yang dipercaya penganut Konghucu. Bahkan warga asli Dayak juga ikut serta dalam pertunjukan itu lantaran ritual tersebut mirip dengan yang mereka punya.Ayo pesta lampion di Palembang. Di kawasan Pecinan Dempo, selalu ada Festival Imlek tiap tahun. Acaranya banyak, dari pertunjukan lampion sampai atraksi barongsai.

Kelenteng Dewi Kwan Im di Kelurahan 10 Ulu biasanya penuh dengan lampion saat malam. Kelurahan ini juga terkenal dengan makanan empek-empeknya , lho.  Lihat saja di kota-kota lain, banyak penjual empek-empek yang pakai nama “10 Ulu”, meski enggak tahu juga penjualnya dari kelurahan ini atau enggak.Pas siang, jalan-jalanlah ke Pulau Kemaro yang pasti ramai pas liburan Imlek. Warga Tionghoa ke Pulau Kemaro untuk berdoa. Salah satunya untuk meminta jodoh.

Surabaya

Siapa yang enggak kenal Hong Tiek Hian? Kelenteng tertua di Surabaya ini adalah tempat ibadah umat Konghucu, Tao, dan Buddha Tri Dharma. Perayaan Imlek di Kota Pahlawan terpusat di kelenteng ini.Enggak hanya kelenteng, mal-mal besar di Surabaya juga selalu ramai dengan aktivitas khusus menyambut Imlek.

imlek-760x460Tapi kalau dari Jakarta ke Surabaya buat ngemal doang, buat apa? Mending sehabis melaksanakan ritual imlek langsung wisata kuliner.Kunjungi saja Kya-Kya Kembang Jepun, surganya kuliner Surabaya. Saat akan merevitalisasi kawasan Pecinan ini, pemerintah Surabaya bahkan sampai studi banding ke Chinatown Singapura, lho. Kalau kamu pernah ke Chinatown, bandingin deh apa benar Kya-Kya mirip dengan Pecinan di Negeri Singa itu.

Bangka

Kota Belinyu di Bangka rajin bikin pesta kembang api pas Imlek. Enggak hanya itu, ada juga pawai barongsai yang panjang bukan kepalangSetelah perayaan di siang hari ini usai, kamu bisa datang ke beberapa pasar rakyat untuk menyambut Imlek di sini. Suasana Tiongkok bakal sangat kerasa saat Imlek di Bangka.Sempatkan juga ke Vihara Dewi Kwan Im di Desa Jelitik. Ada kolam  pemandian di sana. Juga mata air yang dipercara masyarakat Tionghoa bisa membuat awet muda tanpa operasi plastik ala artis Korea.

2002395989-2015-02-16-15-12-31

LEAVE COMMENT

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline