Mengenal Gunung Pakuwaja

Gunung Sindoro, Sumbing, Bismo, dan masih banyak lagi sudah sering menjadi destinasi wisata ketika berkunjung ke daerah Wonosobo. Disini kita akan berbicara mengenai gunung Pakuwaja, memang gunung tersebut tidak begitu populer dibandingkan dengan gunung seperti Sumbing dan Sindoro akan tetapi Pakuwaja tidak kalah indah pemandangan dipuncak gunung.

Kalau nama Dieng sudah tidak asing lagi di Indonesia bahkan mungkin di luar negeri, gunung Pakuwaja merupakan salah satunya yang berada di komplek gungung Dieng. Untuk mencapai ke puncak gunung tersebut setidaknya ada tiga jalur yang bisa dilalui untuk sampai ke gunung Pakuwaja. Yang pertama dari desa Sembungan yang satu jalan dengan bukit Sikunir, kemudian melalui desa Parikesit, dan juga dari atas Dieng Plateau.

Mengapa Dinamakan Gunung Pakuwaja?

Lain dengan gunung Prau, gunung pakuwaja menawarkan keheningan bukit serta kabut yang selalu menyelimuti lereng-lerengnya. Berbicara mengenai asal-muasal atau mengapa namanya gunung Pakuwaja.

Bahwa tujuan utama para pendaki Pakuwaja adalah sebuah batu besar yang memiliki bentuk unik yakni menjulang tinggi, ini yang menjadi cerita dan asal mula muncul nama Pakuwaja. Batu itulah yang menjadi pusat perhatian dan juga primadona pendakian Pakuwaja dan berdasarkan cerita orang tua atau legenda setempat, batu itu adalah paku atau pasaknya pulau Jawa. Atau ada juga yang bilang konon batu yang terdapat di Pakuwaja merupakan paku raksasa yang memperkuat Pulau Jawa.

“Karena pada jaman dahulu pulau Jawa konon terombang-ambing, barulah ketika diberi batu itu pulau Jawa bisa kembali stabil,” menurut cerita salah satu warga sekitar.

Puncak Gunung Pakuwaja

Ketinggian gunung Pakuwaja 2413 meter di atas permukaan laut (MDPL), dari ketiga jalur tersebut yang bisa dilalui hingga sampai Gunung Pakuwaja yang paling dekat adalah melalui desa Sembungan. Hanya memerlukan waktu sekitar 1.5 jam, sedangkan kalau lewat jalur Dieng Plateu dan Parikesit hingga 2 sampai 3 jam baru sampai puncak. Walaupun jangkauan terdekat melalui desa Sembungan, namun kalau kita mau pergi muncak ke gunung Pakuwaja disarankan melalui desa Parikesit karena Basecamp ada di sana, dengan alamat desa Parikesit jalan Dieng KM 23 Kejajar.

Tidak heran memang, jika gunung ini begitu jadi primadona pendaki pemula dan profesional karena jarak tempuh hanya 2 jam dari basecamp menjadi daya tarik tersendiri. Nah, siap-siap saja bagi kalian yang penasaran dengan gunung Pakuwaja di Dieng tersebut, apalagi yang di luar kota ada saudara yang tinggal di Wonosobo.

Gunung Pakuwaja bisa masih tergolong bersih  dan jarang digunakan sebagai lokasi pendakian. Selain menarik dijadikan spot untuk melihat matahari terbit, dari puncak Pakuwaja, pendaki juga bisa melihat pemandangan Gunung Sindoro, Slamet, Merapi, Merbabu, dan bahkan Telomoyo. Sementara jika melihat ke arah utara  tampak di Kejauhan lokasi Wisata Telaga warna yang menjadi bonus terindahnya.

Bisa dibilang di Gunung Pakuwaja merupakan puncak tertinggi di dataran tinggi Dieng. Disana suasananya sangat tenang bisa menjadikan tempat santai ketika sedang berlibur atau sekedar mengisi waktu luang untuk menikmati indahnya alam semesta dan indahnya ciptaan Tuhan.

Yang terpenting ketika kalian pergi ke gunung dimanapun tempatnya, selalu jaga lingkungan seperti tidak membuang sampah sembarangan dan jangan sekali-kali merusak lingkungan. Hingga ada kata-kata mutiara untuk mengingetkan para pendaki  yang pernah kami temukan disuatu gunung “jangan tinggalkan apapun kecuali jejak, jangan ambil apapun di gunung kecuali gambar”.

Sekian semoga informasi ini bisa menjadikan wawasan baru buat kalian yang belum pernah ke gunung Pakuwaja.

This entry was posted in Info Kami, Luxury Tours, Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *